Pendampingan Mutu Di Sd Mukrida Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Guru

Pendampingan Mutu di SD Mukrida, Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Guru

Pendampingan Mutu di SD Mukrida, Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Guru

SD Mukrida – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, SD Muhammadiyah 2 Krian (SD Mukrida) melaksanakan kegiatan pendampingan penjaminan mutu sekolah Muhammadiyah berkelanjutan yang dilaksanakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Sidoarjo, Senin (14/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung KH Ahmad Dahlan ini dimulai pukul 12.30 hingga 15.00 WIB dan diikuti oleh 38 guru dan karyawan SD Mukrida. Turut hadir pula perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Krian, Nyoman Suwarta, S.S., M.Hum.

Kegiatan ini merupakan hasil evaluasi dan tindak lanjut dari program Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Berkelanjutan se-Kabupaten Sidoarjo yang dilaksanakan oleh Tim Majelis Dikdasmen dan PNF Sidoarjo, yang menyasar sekitar 38 sekolah dan madrasah Muhammadiyah dari jenjang SD hingga SMA/SMK.

Hadir sebagai tim pelaksana pendampingan yang terjadwal di SD Mukrida, Drs. Muflich Hasyim, M.Pd. dan Wisynu Sidharta, S.Sos. memberikan pembinaan yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Dalam sesi inti, dua guru SD Mukrida, Reyvanda Inggi Tinsnawati, S.Pd., Gr. (kelas 1) dan Rizqi Noviyanti Fauziah, S.Pd., Gr. (kelas 5), menampilkan simulasi pembelajaran (microteaching) sebagai contoh praktik mengajar.

Usai praktik, sesi refleksi menjadi bagian penting. Drs. Muflich Hasyim mengapresiasi kesiapan guru dalam menyampaikan materi, sementara Wisynu Sidharta menekankan pentingnya pembelajaran yang kontekstual agar lebih mudah dipahami siswa.

Kepala SD Mukrida, Nanang Rouful Akbar, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi guru untuk terus berkembang. “Pendampingan ini menjadi kesempatan bagi guru untuk saling belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Sementara itu, guru senior SD Mukrida, Wardiyanti, memberikan masukan konstruktif. “Pembelajaran sudah baik, namun akan lebih optimal jika dikaitkan dengan contoh konkret di sekitar siswa agar lebih mudah dipahami,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, SD Mukrida berharap kualitas pembelajaran semakin meningkat sehingga mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa

Tuliskan Komentar Anda