SD.Mukrida — Suasana religius menyelimuti kawasan Masjid KH. Ahmad Dahlan Sidayu, Gresik, pada Senin (2/2/2026). Sejak pagi, 39 siswa kelas V SD Muhammadiyah 2 Krian (SD Mukrida) tampak antusias mengikuti kegiatan manasik haji, sebuah pembelajaran praktik yang dirancang menyerupai perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Sebelum menuju lokasi, para siswa terlebih dahulu berkumpul di perempatan Pasar Bantengan sejak pukul 07.00 WIB. Dari titik ini, rombongan berangkat bersama guru dan pendamping menuju Gresik, membawa semangat dan rasa ingin tahu yang besar.
Setibanya di lokasi, rangkaian manasik dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Para siswa dibimbing untuk mempraktikkan tahapan ibadah haji secara runtut, mulai dari thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga lempar jumrah. Seluruh rangkaian berlangsung hingga pukul 11.00 WIB dengan suasana khidmat namun tetap menyenangkan bagi peserta didik.
Ketua pelaksana kegiatan, Ibadurrahman, S.Pd., menjelaskan bahwa manasik haji ini menjadi sarana pembelajaran bermakna bagi siswa.
“Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya memahami haji secara teori, tetapi juga merasakan langsung proses dan maknanya. Harapannya, pengalaman ini akan tertanam kuat dalam ingatan mereka,” ujarnya.
Pada prosesi wukuf di Arafah, siswa melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara berjamaah dengan jamak qashar takdim. Adzan dikumandangkan oleh Muhammad Hilmi Yafi Arisky, sementara imam salat sekaligus penyampai khutbah wukuf dipimpin langsung oleh Kepala SD Mukrida, Nanang Rouful Akbar, S.Pd.I., M.Pd. Pesan-pesan spiritual yang disampaikan menambah kekhusyukan suasana.
Rangkaian manasik dilanjutkan dengan perjalanan simbolis ke Musdalifah dan Mina, pengambilan batu kerikil, prosesi lempar jumrah, thawaf ifadah, sa’i antara Shafa dan Marwah, hingga ditutup dengan tahalul.
Salah satu peserta, Rasya Athaya Azzahir, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini.
“Awalnya aku takut dan nggak mau gundul, tapi lihat teman-teman semangat, akhirnya aku ikhlas juga. Rasanya seru dan bangga bisa ikut manasik haji,” tuturnya sambil tersenyum.
Usai seluruh rangkaian manasik selesai, kegiatan ditutup dengan perjalanan santai menuju Pantai Delegan, sebagai momen kebersamaan dan penyegar setelah kegiatan spiritual.
Melalui manasik haji ini, SD Mukrida berharap siswa memiliki pemahaman yang lebih utuh tentang ibadah haji sekaligus menumbuhkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan kecintaan pada ajaran Islam sejak dini.


Tuliskan Komentar Anda