Kisah Suroqoh Bin Malik Warnai Kegiatan Kalam Dan Bakti Sosial Sd Mukrida

Kisah Suroqoh Bin Malik Warnai Kegiatan KALAM dan Bakti Sosial SD Mukrida

Kisah Suroqoh Bin Malik Warnai Kegiatan KALAM dan Bakti Sosial SD Mukrida

SD.Mukrida - Suasana hangat dan penuh antusiasme menyelimuti halaman Pos 2 Graha Permata Sidorejo Indah, tepat di area perempatan Pasar Bantengan, Krian, Sidoarjo, saat SD Muhammadiyah 2 Krian (SD Mukrida) menggelar kegiatan KALAM “Kajian Islam Berkemajuan dan Bakti Sosial”, Sabtu (22/11/25).

Kegiatan tahunan yang diikuti oleh 150 siswa dan 38 guru-karyawan ini menjadi momen penting dalam menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Dengan mengusung tema “Menghiasi Diri dengan Akhlak Terpuji, Wujudkan Generasi Teladan Mulia”, acara ini tidak hanya berfokus pada kegiatan berbagi, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai edukatif dan spiritual. Hadir sebagai pengisi acara utama, pendongeng kondang asal Jawa Timur, Ustaz Oesman atau yang akrab disapa Kak Usman, sukses membawa suasana penuh kehangatan dan gelak tawa.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dafa Maulana Putra Riyadi, siswa kelas 6 Al-Mushowwir, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah.

“Anak-anak tampak larut mengikuti cerita yang dibawakan Kak Usman. Gaya penyampaian beliau membuat suasana hidup dan membuat siswa nyaman belajar,” ujar salah satu guru pendamping.

Salah satu kisah yang disampaikan adalah cerita tentang Suroqoh bin Malik, sosok yang pada awalnya berniat mengejar dan membunuh Nabi Muhammad SAW saat peristiwa hijrah. Namun, setelah mengalami kekuasaan Allah secara langsung, Suroqoh justru berubah hati dan melindungi Nabi. Kisah penuh hikmah ini menjadi bagian yang paling berkesan bagi Zhafirah Khaliluna, siswi kelas 4 Al-Mutakabbir.

“Waktu Ustaz cerita tentang Suroqoh yang awalnya mau mencelakai Nabi tapi akhirnya menolong, itu seru sekali. Aku jadi tahu kalau Allah pasti menolong orang yang benar,” ungkap Luna dengan mata berbinar.

Luna juga menambahkan bahwa cerita tersebut membuatnya semakin memahami pentingnya akhlak yang baik.

“Dari cerita itu aku belajar kalau kita harus jujur dan selalu berbuat baik, seperti Nabi Muhammad yang sabar dan tidak membalas keburukan,” tuturnya.

Selain mengikuti kajian, Luna mengaku sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan sosial bersama teman-temannya. “Seru banget, soalnya bisa belajar, dengar cerita, dan juga ikut berbagi,” tambahnya.

Setelah sesi kajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bakti sosial. Para siswa secara bergiliran menyerahkan 22 paket sembako kepada warga sekitar. Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk mempraktikkan langsung nilai kepedulian terhadap sesama.

“Anak-anak tidak hanya belajar akhlak dari cerita, tetapi juga menerapkannya melalui kegiatan berbagi. Ini bagian penting dari pendidikan karakter di SD Mukrida,” jelas salah satu guru pendamping.

Setelah seluruh paket selesai diserahkan, kegiatan ditutup dan para siswa kembali ke rumah masing-masing dengan wajah ceria, membawa pengalaman berkesan dari rangkaian KALAM tahun ini.

Tuliskan Komentar Anda